Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Social Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Media. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2016

Apakah itu Netiquette

Netiquette adalah Etika atau aturan dalam berinternet. aturan ini menyangkut batasan dan cara yang baik dan benar dalam memanfaatkan fasilitas Internet. Seperti hal umum, netiquette adalah aturan dalam komunitas, artinya disini internet adalah kumpulan komunitas.  Di dalam komunitas diperlukan  aturan yang harus dipatuhi agar tidak terjadi konflik. Berikut beberapa aturan Netiquette:

  1. Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan pc anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall
  2. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
  3. Dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,:
a. jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
b. jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit
c. jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
d. jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
e. jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.

Flamming
Flamming atau bashing dikenal sebagai tindak menyimpang dari netiquette, yaitu berupa penghinaan atau berkata-kata tidak baik kepada pengguna internet lain. membuat isu dunia yang tidak benar, dilakukan oleh individu yang bertujuan untuk secara sengaja membnuar keributan atau perpecahan.

Trolling
BIsa disebut pelecahan online, memposting hal-hal yang tidak jelas ketika berforum. dan mengganggu orang yang sedang berforum dengan meposting argument-argument yang secara langsung maupun tidak menyinggung perasaan.

Junking
Sama seperti Trolling, pada saat berforum individu mulai meposting hal-hal yang memberikan isu agar suasana dalam berforum menjadi panas.
Sumber: 
https://id.wikipedia.org/wiki/Netiquette
https://nicolasbragas.wordpress.com/2013/10/01/apa-itu-netiquette/

Rabu, 20 Januari 2016

What is Netiquette ??


Netiquette refers to the good manners we use when communicating online.

For online discussion netiquette:

1. Think of your comments as printed in the newspaper... your online comments will be seen, heard and remembered by others in this class. Before you make an emotional,

outrageous, or sarcastic remark on-line, think about whether or not you would care if it

was seen in your local newspaper.

2. Don't be overcome by your emotions. Take a few breaths and step away from yourcomputer if need be.

3. Avoid self-centered comments. If you have a great idea, great. If you want to contribute to an ongoing discussion, terrific. But, don't just tell others about your problems ("I'm frustrated", "My audio doesn't work today") unless it contributes in someway to the class.

4. Avoid negativity. You can disagree. You should disagree. You can challenge ideas and the course content, but avoid becoming negative online. It will impact you negatively, hinder the class discussion, and may give the wrong impression of you to others.

5. There is no need to be aggressive online. No flaming, all caps, or !!!!, or ????

6. Be polite, understate rather than overstate your point, and use positive language.Using bold, frank, overstated language conveys an emotional aggressiveness that hinders your message.

7. Disagree politely. When you disagree politely, you stimulate and encourage great discussion. You also maintain positive relationships with others with whom you may disagree on a certain point.

8. Don't disrupt. Online dialogue is like conversation. If there is a dialogue or trainof thought going on, join in, add to it, but, if you have something entirely different to bring up, wait or post it in another thread.

9. Don't use acronyms that not everyone would understand and know.

Sumber : http://www.slu.eduhttp://www.slu.edu/school-for-professional-studies-home/current-students/academic-policies/netiquette-guidelines

Senin, 18 Januari 2016

Menjadikan Sosial Media Sebagai Komunikasi Dua Arah


Sebenarnya, membuat identitas diri baru dalam ranah sosial media sih gampang-gampang susah. Gampangnya? Ya, tinggal buat email dan integrasikan saja dengan akun-akun yang mau kamu bikin. Selesai. Yang susah? Tentu saja bagaimana cara menjadikannya hidup agar bisa berinteraksi secara aktif. Bisa kita lihat, banyak brand yang mempunyai akun di banyak sosial media, namun terlihat ‘mati’ karena tidak dikelola dengan baik. Gencarnya hanya saat mempromosikan suatu event-event yang berkaitan dengan brand tersebut saja dan menjawab seperlunya jika pertanyaannya masih relevan seputar info promosi. Too bad.
Pemilik brand juga harusnya mempunyai admin-admin pengelola akun yang bisa aktif merespon apapun terkait user-nya. Jangan setelah masa-masa promosi berakhir lalu tidak ada feedback-nya. Minimal, berikan jawaban diplomatis. Namun pada kenyataannya, akun-akun ini terkesan ‘cuek’ dengan pertanyaan, komentar, keluhan, kritik atau bahkan respon positif customer terhadap brand tersebut. Membiarkan kritik buruk pada akun brand tentu bukan tindakan yang bijak.
Sosial media saat ini seharusnya bukan lagi menjadi media satu arah sebagai penyampai informasi atau iklan, tapi juga bisa menjadikannya sebagai alat komunikasi dua arah secara lebih efektif, terutama dengan user-nya. Karena, jika ini dilakukan dengan konsisten, hal ini lah yang bisa menarik perhatian (awareness) dan menjaga hubungan dengan customer (customer engagement).
Berikut ini tips bagaimana sebaiknya kamu melakukan two-way communication dengan customer kamu:
  1. Customer bukan ‘teman’
Hal ini jelas, meskipun kamu merespon dengan aktif, tetap ada batasan kode etik antara admin dan customer. Enggak mungkin ‘kan tiba-tiba kamu malah jadi curhat atau bergosip di luar konteks produk?
  1. Siasati percakapan yang ‘memanas’ secara offline
Tidak semua customer mengerti bagaimana menyampaikan keluhannya dengan etika yang baik. Untuk mereka yang mengeluh dengan meluapkan emosi, baiknya kamu hadapi kamu selesaikan secara offline untuk menghindari image buruk terhadap customer yang lain.
  1. Tunjukkan sisi manusia-mu
Perbanyak pilihan kata saat merespon. Hal ini agar customer tidak merasa sedang berkomunikasi dengan bot. Karena, terkadang tidak semua customer ingin membahas tentang produk, melainkan hanya ingin berbincang-bincang dengan adminnya.
Ketika kamu memutuskan membuat akun untuk brand. Tentunya kamu harus siap dengan segala konsekuensinya. Dalam ranah sosial media, kita tidak hanya berbicara, tapi juga mendengarkan setiap komentar yang masuk. Karena, customer biasanya tidak mudah menyerah. Ketika diabaikan pada satu media, mereka akan mencoba media lainnya agar di dengar dan di respon.
Suara-suara negatif akan selalu ada. Karena itu, berikanlah pelayanan terbaik untuk customer. Dan bersiaplah untuk segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi setiap saat.

Sumber: www.ideaimaji.com