Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2015

Selfie itu bisa bikin bahagia lho !

Mengambil gambar sendiri alias selfie ternyata bisa meningkatkan kebahagiaan.

Siapa yang tak suka selfie? Memotret diri sendiri dengan kamera telepon genggam pribadi. Selfie dilakukan bukan hanya oleh kaum hawa, kaum adam pun banyak yang melakukannya. Bahkan bukan saja anak muda, tapi juga para orang tua juga anak-anak gemar melakukan selfie. Tahukah Anda, setiap Anda mengklik kamera ponsel Anda, ini bisa membuat Anda semakin mencintai diri Anda.

Seperti dilansir dari laman Yourtango, Rabu (5/8), selfie telah mewabah baik di kalangan orang tua maupun muda. Sebuah penelitian dari proyek yang disebut Selfiecity, didukung oleh City University of New York, California Institute of Telecommunication and Information, menunjukkan bahwa selfie lebih populer di kalangan wanita di bawah 40 tahun dan pria di atas 40 tahun. Selfie membuat kita sangat dekat dengan foto pribadi dari diri kita sendiri. Ini adalah beberapa cara mengambil foto selfie yang dapat membuat Anda lebih mencintai diri sendiri

Anda mengontrol gambar yang diambil. 
Mengambil foto selfie sendiri akan membuat Anda lebih bahagia. Sebab Anda bisa mengambil gambar sesuai keinginan Anda, kapanpun dimanapun. “Saya benci, selalu  meminta teman atau orang asing untuk mengambil foto saya. Dengan selfie, saya bisa mengambil foto saya dan menangkap gambar yang saya inginkan, ketika saya ingin itu. Tapi kadang-kadang kita langsung menyodorkan tangan untuk memberikan telepon Anda kepada seorang teman dan berkata, “Hei, bisa Anda mengambil foto saya sendiri? Saya rasa tidak baik melakukan itu,” Mitchell Sanders, 28 tahun.

Anda merangkul kekurangan kecil. 
Anda merupakan orang yang paling mengenali diri Anda sendiri. Entah itu kelebihan atau kekurangan. Dengan mengambil foto selfie, Anda bisa menonjolkan kelebihan juga menutupi kekurangan. “Jika seseorang membajak telepon saya, mereka melihat kamera roll di ponsel saya yang ada sekitar 1.000 foto, sebanyak 40 persennya diambil dengan cara selfie. Tidak satu pun foto diambil satu kali dalam satu waktu. Foto-foto diambil beberapa kali menggunakan angle berbeda. Ketika melakukan itu, saya belajar untuk merangkul ketidaksempurnaan saya dan itu membantu saya melihat hal-hal tentang wajah saya yang saya tidak pernah mengetahui dan menghargai sebelumnya,” Jane M, 24 tahun.

Anda akan merasa seperti sedang bersama dengan seseorang yang ratusan mil jauhnya.
Selfie ternyata bisa membuat Anda merasa lebih dekat dengan pasangan yang jauh di mata dekat di hati. Hubungan jarak jauh pun terasa dekat dengan selfie. “Saat ini saya sedang dalam hubungan jarak jauh. Daripada mengirim ucapan khas halo selamat pagi atau sms halo, saya akan mengirimkan pasangan saya sebuah foto selfie dan saya merasa selama beberapa detik, pasangan saya bisa merasakan seolah-olah saya sedang bersama dengan dia di sana. Tentu saja Skype dan Facetime bisa diandalkan, tapi sebuah selfie adalah sesuatu yang Anda dapat simpan dan melihat pada ponsel Anda untuk selama-lamanya," ujar Sarah Sidhara, 34 tahun.

Sumber: u.msn.com

Rabu, 29 Juli 2015

6 Hal yang terjadi pada tubuh setelah minum sekaleng soda


Soda adalah jenis minuman yang cukup populer. Kehadirannya yang dengan mudah ditemukan dalam berbagai macam pesta, membuatnya cukup populer di kalangan anak muda. Rasanya yang manis dengan sensasi soda yang menggelitik juga membuat memiliki banyak penggemar termasuk Anda. Tahukah Anda bahwa ada banyak hal yang terjadi dalam tubuh setelah minum sekaleng soda seperti penjelasan berikut ini?

10 Menit
Sekitar 10 menit pertama setelah minum soda, ada 10 sendok teh gula yang masuk dalam tubuh Anda. Takaran ini sesuai dengan ambang batas maksimal dari konsumsi gula harian Anda. Sehingga Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi lagi makanan yang mengandung gula.

Dalam 10 menit pertama, Anda tidak akan langsung mengalami mual karena rasa manisnya sebab kandungan asam fosfor dari soda mampu menetralisirnya.

20 Menit
Kemudian di 10 menit kedua, kandungan zat gula dalam tubuh akan langsung meningkat dan membuat insulin bekerja keras dalam mencernanya. Kemudian lever Anda akan mengubahnya menjadi lemak.

40 Menit
Selain gula, minuman bersoda juga mengandung kafein. Kafein ini kemudian diserap dalam tubuh secara menyeluruh yang membuat pupil mata membesar, tekanan darah meningkat, dan membuat Anda selalu terjaga.

45 Menit
Kafein akan membuat hormon dopamin aktif diproduksi yang memiliki efek sama dengan heroin.

60 Menit
Dalam waktu sejam setelah minum soda, kandungan kalsium, magnesium, dan zat besi dalam tubuh diikat oleh asam fosfor. Hal ini diperparah pula dengan tingginya gula dan pemanis buatan dalam soda yang membuat frekuensi produksi air kencing meningkat. Sehingga tak jarang setelah minum soda, justru Anda merasa haus.

Lebih dari 60 menit
Seiring dengan seringnya Anda kencing, maka kalsium, magnesium, dan zat besi yang tadinya diikat juga akan luruh di dalam air kencing Anda. Anda bisa kehilangan elektrolit dan cairan dalam tubuh.

Selain efek tersebut, banyak minum soda juga akan memperlambat sistem metabolisme tubuh Anda dan Anda akan semakin senang mengonsumsi makanan manis. Akibatnya, tubuh terasa berat dan Anda jadi sering mengantuk.

Sumber: www.merdeka.com

Senin, 20 Juli 2015

Pengertian Idul Fitri serta makna Hari Lebaran yang sebenarnya bagi umat Islam


Bagi sebagian orang di Indonesia, khususnya umat muslim, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran begitu sangat identik dengan tradisi mudik, halal bihalal, kesuka citaan, hidangan kue lebaran dan lain sebagainya. Namun apakah makna sebenarnya dari Hari Raya Idul Fitri? Makna Idul Fitri itu sendiri memiliki beberapa pengertian dan pemaknaan, diantaranya yaitu:

  • Idul Fitri juga bisa diartikan sebagai puncak atau klimaks dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Idul Fitri sendiri memiliki keterkaitan makna dengan tujuan akhir yang ingin diraih dari pelaksanaan kewajiban berpuasa. Idul Fitri secara bahasa atau etimologi bisa berarti Hari Raya Kesucian atau bisa juga diartikan sebagai Hari Kemenangan umat Islam. Kemenangan disini adalah bentuk dari kemenangan dalam menggapai kesucian atau perwujudan dari kembali kepada keadaan  fitrah (Fitri).

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

(Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”).

Pengertian atau makna dari Idul Fitri (Lebaran) yang berikutnya adalah:
  • Idul Fitri merupakan penggabungan kata "Ied" yang berarti Hari Raya dan "Fitri" yang artinya berbuka puasa. Jadi Idul Fitri bisa juga diartikan sebagai hari berbuka secara massal kaum muslimin setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kebahagiaan yang dirasakan pada saat menjelang waktu berbuka puasa di waktu maghrib selama sebulan seakan dimanifestasikan pada tanggal 1 Syawal di Hari Raya Idul Fitri. Idul Fitri merupakan bentuk dari pengekspresian sebagai ”Iduna Ahlil Islam”, sabda Nabi, (Hari Raya kami penganut Islam) sebab Hari Raya Idul Fitri adalah hari makan-minum serta bersuka cita atau " yaumu aklin wa syurbin wa bahjatin" sehingga diharamkan bagi umat muslim untuk berpuasa. (sumber: Surahman Hidayat untuk ramadhan.okezone.com)

Nah, demikianlah artikel bertema Pengertian Idul Fitri dan makna Hari Lebaran yang sebenarnya bagi umat Islam yang penulis rangkum dari beberapa sumber. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan mohon dikoreksi jika ada kekeliruan karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah semata dan ke khilafan adalah milik manusia, khususnya penulis sendiri. Terima kasih dan semoga artikel singkat ini bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Dari penjabaran tersebut berarti kata Idul Fitri atau kembali kepada fitrah merupakan pengertian yang sangat relevan atau berhubungan dengan makna sebenarnya dari keberhasilan yang diperoleh setelah berakhirnya pelaksanaan ibadah puasa. Beberapa sumber juga menganalogikan Idul Fitri atau Lebaran sebagai jalan menuju kepada keadaan fitrah manusia layaknya seperti seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dan tanpa dosa. Hal tersebut merujuk pada perjanjian awal atau "Perjanjian Primordial" yang berisi pengakuan manusia terhadap Ke-Esa-an Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut di sembah sebagaimana terangkum dalam Surah al-A’raf (7) ayat 172.

Oleh karena Idul Fitri bermakna Hari bersuka cita, maka pada hari besar itu semua harus terbebas dari kesedihan, kesusahan dan jangan sampai ada orang yang meminta-minta. Makna sebenarnya dari kalimat tersebut adalah diwajibkan bagi umat muslim yang mampu untuk membayar zakat yang berupa zakat fitrah kepada fakir miskin sebagai bentuk dari berbagi kebahagiaan dari mereka yang tidak berpunya agar bisa merasakan suka cita pada hari tersebut.

Jumat, 17 Juli 2015

Jalan-jalan ala Backpacker

Jika anda mempunyai hobby jalan-jalan dan ingin mempunyai perjalanan yang ‘kaya pengalaman’ dengan biaya yang lebih murah dari paket wisata travel, ada baiknya anda mencoba untuk jalan-jalan dengan gaya backpacker. Seorang wanita asal Indonesia pernah pergi keliling negara-negara Eropa selama sebulan hanya dengan 1000 US$ dengan cara Backpacker.

Backpacker, dari asal kata backpack yang artinya tas punggung, sekarang telah menjadi gaya baru para pelancong di seluruh dunia. Jika berwisata menggunakan paket tour selalu diidentikkan dengan ‘koper’, maka ‘backpack’ adalah identitas bagi para pelancong mandiri yang bepergian dengan tas punggung besar di belakangnya. Prinsip dasar bepergian ala backpacker adalah menghemat biaya perjalanan yang dirasa tidak perlu tanpa mengurangi esensi dari jalan-jalan itu sendiri, bahkan para backpackers akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dengan menyelami kehidupan lokal di tempat yang dituju. Berikut ini adalah tips dasar untuk bepergian ala backpacker.

Tas punggung (Backpack)
Yep, inilah yang menjadi ciri khas dari para backpackers, apalagi kalau bukan tas punggungnya. Jalan-jalan ala backpacker menggunakan tas dipunggung, bukan koper karena lebih memudahkan untuk pergerakan seorang pelancong. Backpacker akan banyak berjalan kaki selama mengeksplore tempat wisata yang dituju. Ukuran backpack pun bermacam macam, mulai dari 40 liter sampai 70 liter. Ukuran tas disesuikan dengan kebutuhan. Berapa lama akan melakukan perjalanan dan postur tubuh pengguna. Cara menyusun backpack pun menjadi seni tersendiri, bagaimana mengaturs emua barang yang dibawa kedalam tas backpack, ditambah sedikit ruang untuk menyimpan oleh-oleh. Anda bisa membawa souvenir-souvenir kecil khas daerah wisata untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

Tempat Menginap
Lupakan Hyatt, Hilton, Novotel, dan sejenisnya. Para backpackers harus rela menukar kemewahan menginap di hotel berbintang dengan mencoba tinggal di budget hotel (hostel). Bagi para backpackers, Esensi jalan-jalan yang sebenarnya adalah menyelami kehidupan lokal ditempat tujuan.Tempat menginap hanya untuk menyimpan barang dan tidur. Di hostel anda juga bisa berkenalan dengan sesama backpackers lain. Bisa saling bertukar pengalaman, atau jalan bareng ke tempat tujuan wisata. Menginap di tempat relasi juga bisa menjadi alternatif yang patut dicoba. Selain bisa menghemat budget menginap, keuntungan lain juga mendapat pemandu wisata gratis. Bahkan, sekarang para backpackers sudah bisa saling menginap ditempat backpackers lain yang tergabung di komunitas backpackers, coba untuk bergabung di www.indobackpacker.org, www.hospitalityclub.org, www.couchsurfing.org

Modal Transportasi
Tidak selamanya tiket pesawat lebih mahal dibandingkan dengan tiket kereta atau bus. Sekarang dengan adanya penerbangan murah seperti Air Asia, Tiger Air dan sejenisnya menjadikan biaya traveling lebih terjangkau. Terkadang penerbangan premium seperti Singapore airlines, Emirates, KLM, atau Lufthansa menawarkan tiket promo dengan harga super murah. Anda hanya perlu rajin mengunjungi situs resmi penerbangan, cek-ricek harga tiket ke travel, atau mengunjungi pameran travel. Anda dapat mencari tiket murah 2 bulan dari sebelum keberangkatan, jika anda membeli tiket penerbangan seminggu sebelumnya, itu sama saja membeli dengan harga premium. Terkadang, tiket yang tidak terjual harganya akan turun drastis 2 hari sebelum keberangkatan. Jangan pernah terbang pada waktu weekend, cobalah pergi pada hari Senin, Selasa atau Rabu. Penerbangan di shubuh hari biasanya lebih murah. Jika anda memutuskan untuk melakukan perjalanan pada malam hari, kereta atau bus malam bisa menjadi pilihan yang menarik karena bisa menghemat biaya menginap dan besok paginya anda sudah sampai di tempat tujuan wisata. Anda dapat browsing website tiket murah disini www.kayak.com , www.cheapoAir.com, www.cheaptickets.com dan lainnya.

Menyusun Rencana Perjalanan
Sangat penting bagi backpackers untuk menyusun rencana perjalanan ke tempat tujuan wisata. Cara mudahnya adalah dengan menyalin itinerary dari paket wisata yang ditawarkan paket tour n travel. Membaca catatan perjalanan orang yang sudah mengunjungi tempat yang dituju juga sangat direkomendasikan. Pengalaman orang lain tersebut akan menjadi pedoman bagi kita untuk menentukan “Do & Don’t” selama perjalanan. Kita tidak harus mutlak mengikuti cara perjalanan orang lain, buatlah kreasi perjalanan anda sendiri. Buku pedoman perjalanan seperti lonely planet juga akan membantu penyusunan rencana perjalanan. Sebelum memutuskan melakukan perjalanan, ada baiknya anda mengetahui sedang musim apa daerah yang anda tuju pada waktu yang anda rencanakan. mengetahui budaya setempat juga akan membantu anda menyesuaikan diri.

Persiapan Perjalanan
Sebelum memulai perjalanan, ada beberapa hal yang perlu anda siapkan. Pertama adalah dokumen perjalanan. Akan lebih mudah jika anda menggunakan tas pinggang kecil untuk membawa dokumen perjalanan seperti tiket, kartu identitas, passport bagi anda yang bepergian keluar negeri, fotokopi kartu kredit, polis asuransi perjalanan, dan lainnya. Jangan lupa membawa kompas dan peta, walaupun banyak tujuan wisata sekarang telah menyediakan peta wisata bagi para turis. Yang pasti tidak boleh lupa dibawa adalah kamera, tentu anda ingin mempunyai satu album photo tambahan di facebook, bukan? Obat-obatan pribadi juga tidak boleh hilang dari backpack anda. Last but not least, selalu membawa diri anda dalam keadaan fit. Menjadi seorang backpacker bukan berarti harus mempunyai perut sixpack, tetapi tubuh yang bugar akan sangat mendukung perjalanan anda menjadi lebih menyenangkan. Mulailah dengan berolahraga yang teratur minimal 2 kali seminggu.
Well, dengan jalan-jalan ala backpacker, biaya yang dikeluarkan tidak lagi mahal, bukan? Anda hanya perlu mencobanya, setelah itu pasti ketagihan. Lao Tzu pernah berkata, perjalanan sejauh 1000 mil dimulai dengan langkah pertama. Maka lakukanlah langkah pertama itu. Bon voyage!

Sumber: www.indobackpacker.org

Jumat, 10 Juli 2015

Dukungan sosial pada lansia


Setelah seseorang memasuki masa lansia, maka dukungan sosial dari orang lain menjadi sangat berharga dan akan menambah ketenteraman hidupnya. Namun demikian dengan adanya dukungan sosial tersebut tidaklah berarti bahwa setelah memasuki masa seorang lansia hanya tinggal duduk, diam, tenang, dan berdiam diri saja. Untuk menjaga kesehatan baik fisik maupun kejiwaannya lansia justru tetap harus melakukan aktivitas-aktivitas yang berguna bagi kehidupannya. Lansia tidak boleh ongkang-ongkang, enak-enak, dan semua dilayani oleh orang lain (Sidiarto Kusumoputro: 2002). Hal itu justru akan mendatangkan berbagai penyakit dan penderitaan, sehingga bisa menyebabkan para lansia tersebut cepat meninggal dunia. Dalam rangka membantu agar lansia tetap dapat beraktivitas maka dibutuhkan dukungan sosial.

Dukungan sosial bagi lansia sangat diperlukan selama lansia sendiri masih mampu memahami makna dukungan sosial tersebut sebagai penyokong/penopang kehidupannya. Namun dalam kehidupan lansia seringkali ditemui bahwa tidak semua lansia mampu memahami adanya dukungan sosial dari orang lain, sehingga walaupun ia telah menerima dukungan sosial tetapi masih saja menunjukkan adanya ketidakpuasan, yang ditampilkan dengan cara menggerutu, kecewa, kesal dan sebagainya. Dalam hal ini memang diperlukan pemahaman dari si pemberi bantuan tentang keberadaan (availability) dan ketepatan/ kelayakan (adequacy)dari bantuan tersebut bagi lansia, sehingga tidak menyebabkan dukungan sosial yang diberikan dipahami secara keliru dan tidak tepat sasaran. Jika lansia (karena berbagai alasan) sudah tidak mampu lagi memahami makna dukungan sosial, maka yang diperlukan bukan hanya dukungan sosial namun layanan atau pemeliharaan secara sosial (social care) sepenuhnya. Bila yang terakhir ini tidak ada yang melaksanakan berarti lansia tersebut menjadi terlantar dalam kehidupannya.

Pengertian Dukungan Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan sosial (pergaulan, pengakuan, sekolah, pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu, rasa aman, perasaan religiusitas, tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah, baik ringan maupun berat. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya, sehingga dirinya merasa dihargai, diperhatikan dan di cintai. Contoh nyata yang paling sering kita lihat dan alami adalah bila ada seseorang yang sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit, maka sanak saudara ataupun teman-teman biasanya datang berkunjung. Dengan kunjungan tersebut maka orang yang sakit tentu merasa mendapat dukungan sosial.
Dukungan sosial (social support) didefenisikan oleh oleh Gottlieb (1983) sebagai informasi verbal atau non-verbal, saran, bantuan yang nyata atau tingkahlaku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek di dalam lingkungan sosialnya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkahlaku penerimanya. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan sosial, secara emosional merasa lega karena diperhatikan, mendapat saran atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. Pendapat senada dikemukakan juga oleh Sarason (1983) yang mengatakan bahwa dukungan sosial adalah keberadaan, kesediaan, kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi kita. Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cobb yang mendefinisikan dukungan sosial sebagai adanya kenyamanan, perhatian, penghargaan atau menolong orang dengan sikap menerima kondisinya, dukungan sosial tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. Sarason (1983) berpendapat bahwa dukungan sosial itu selalu mencakup dua hal yaitu:
  • Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia; merupakan persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan (pendekatan berdasarkan kuantitas).
  • Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima; berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berdasarkan kualitas)
Hal di atas penting dipahami oleh individu yang ingin memberikan dukungan sosial, karena menyangkut persepsi tentang keberadaan (availability) dan ketepatan (adequacy) dukungan sosial bagi seseorang. Dukungan sosial bukan sekedar memberikan bantuan, tetapi yang penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan itu. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan sosial yang diberikan, dalam arti bahwa orang yang menerima sangat merasakan manfaat bantuan bagi dirinya, karena sesuatu yang aktual dan memberikan kepuasan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orang-orang tertentu dalam kehidupannya dan berada dalam lingkungan sosial tertentu yang membuat si penerima merasa diperhatikan, dihargai dan dicintai. Orang yang menerima dukungan sosial memahami makna dukungan sosial yang diberikan oleh orang lain.

Sumber-Sumber Dukungan Sosial
Sumber-sumber dukungan sosial banyak diperoleh individu dari lingkungan sekitarnya. Namun perlu diketahui seberapa banyak sumber dukungan sosial ini efektif bagi individu yang memerlukan. Sumber dukungan sosial merupakan aspek paling penting untuk diketahui dan dipahami. Dengan pengetahuan dan pemahaman tersebut, seseorang akan tahu kepada siapa ia akan mendapatkan dukungan sosial sesuai dengan situasi dan keinginannya yang spesifik, sehingga dukungan sosial memiliki makna yang berarti bagi kedua belah pihak.

Menurut Rook dan Dooley (1985) ada dua sumber dukungan sosial yaitu sumber artifisial dan sumber natural. Dukungan sosial yang natural diterima seseorang melalui interaksi sosial dalam kehidupannya secara spontan dengan orang-orang yang berada di sekitarnya, misalnya anggota keluarga (anak,istri, suami dan kerabat), teman dekat atau relasi. Dukungan sosial ini bersifat non-formal. Sementara itu yang dimaksud dengan dukungan sosial artifisial adalah dukungan sosial yang dirancang ke dalam kebutuhan primer seseorang, misalnya dukungan sosial akibat bencana alam melalui berbagai sumbangan sosial.

Sumber dukungan sosial yang bersifat natural berbeda dengan sumber dukungan sosial yang bersifat artifisial dalam sejumlah hal. Perbedaan tersebut terletak dalam hal sebagai berikut:
a. Keberadaan sumber dukungan sosial natural bersifat apa adanya tanpa dibuat-buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifat spontan
b. Sumber dukungan sosial yang natural memiliki kesesuaian dengan norma yang berlaku tentang kapan sesuatu harus diberikan
c. Sumber dukungan sosial yang natural berakar dari hubungan yang telah berakar lama
d. Sumber dukungan sosial yang natural memiliki keragaman dalam penyampaian dukungan sosial, mulai dari pemberian barang-barang nyata hingga sekedar menemui seseorang dengan menyampaikan salam
e. Sumber dukungan sosial yang natural terbebas dari beban dan label psikologis

Komponen-komponen Dalam Dukungan Sosial
Para ahli berpendapat bahwa dukungan sosial dapat dibagi ke dalam berbagai komponen yang berbeda-beda. Misalnya Weiss (Cutrona dkk,1994 : 371), mengemukakan adanya 6 (enam) komponen dukungan sosial yang disebut sebagai "The Social Provision Scale", dimana masing-masing komponen dapat berdiri sendiri-sendiri , namun satu sama lain saling berhubungan. Adapun komponen-komponen tersebut adalah:

1. Kerekatan Emosional (Emotional Attachment)
Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan seseorang memperoleh kerekatan (kedekatan) emosional sehingga menimbulkan rasa aman bagi yang menerima. Orang yang menerima dukungan sosial semacam ini merasa tenteram, aman dan damai yang ditunjukkan dengan sikap tenang dan bahagia. Sumber dukungan sosial semacam ini yang paling sering dan umum adalah diperoleh dari pasangan hidup, atau anggota keluarga/teman dekat/sanak keluarga yang akrab dan memiliki hubungan yang harmonis. Bagi lansia adanya orang kedua yang cocok, terutama yang tidak memiliki pasangan hidup, menjadi sangat penting untuk dapat memberi dukungan sosial atau dukungan moral (moral support).

2. Integrasi sosial (Social Integration)
Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan memiliki suatu kelompok yang memungkinkannya untuk membagi minat, perhatian serta melakukan kegiatan yang sifatnya rekreatif secara bersama-sama. Sumber dukungan semacam ini memungkinkan lansia mendapatkan rasa aman, nyaman serta merasa memiliki dan dimiliki dalam kelompok. Adanya kepedulian oleh masyarakat untuk mengorganisasi lansia dan melakukan kegiatan bersama tanpa ada pamrih akan banyak memberikan dukungan sosial. Mereka merasa bahagia, ceria dan dapat mencurahkan segala ganjalan yang ada pada dirinya untuk berceritera, atau mendengarkan ceramah ringan yang sesuai dengan kebutuhan lansia. Hal itu semua merupakan dukungan sosial yang sangat bermanfaat bagi lansia.

3. Adanya Pengakuan (Reanssurance of Worth)
Pada dukungan sosial jenis ini lansia mendapat pengakuan atas kemampuan dan keahliannya serta mendapat penghargaan dari orang lain atau lembaga. Sumber dukungan sosial semacam ini dapat berasal dari keluarga atau lembaga/instansi atau perusahaan/organisasi dimana sang lansia pernah bekerja. Karena jasa, kemampuan dan keahliannya maka ia tetap mendapat perhatian dan santunan dalam berbagai bentuk penghargaan. Uang pensiun mungkin dapat dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan sosial juga, bila seseorang menerimanya dengan rasa syukur. Bentuk lain dukungan sosial berupa pengakuan adalah mengundang para lansia pada setiap event / hari besar untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut bersama-sama dengan para pegawai yang masih berusia produktif. Contoh: Setiap hari besar TNI maka para mantan pejabat yang telah pensiun /memasuki masa lansia biasa diundang hadir dalam upacara atau pun resepsi yang diadakan oleh Instansi tersebut.

4. Ketergantungan yang dapat diandalkan ( Reliable Reliance)
Dalam dukungan sosial jenis ini, lansia mendapat dukungan sosial berupa jaminan bahwa ada orang yang dapat diandalkan bantuannya ketika lansia membutuhkan bantuan tersebut. Jenis dukungan sosial jenis ini pada umum berasal dari keluarga. Untuk lansia yang tinggal di lembaga, misalnya pada Sasana Werdha ada petugas yang selalu siap untuk membantu para lansia yang tinggal di lembaga tersebut, sehingga para lansia mendapat pelayanan yang memuaskan.

5. Bimbingan (Guidance)
Dukungan sosial jenis ini adalah berupa adanya hubungan kerja atau pun hubungan sosial yang memungkinkan lansia mendapatkan informasi, saran, atau nasehat yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi. Jenis dukungan sosial jenis ini bersumber dari guru, alim ulama, pamong dalam masyarakat, figur yang dituakan dan juga orang tua.

6. Kesempatan untuk mengasuh (Opportunity for Nurturance)
Suatu aspek penting dalam hubungan interpersonal akan perasaan dibutuhkan oleh orang lain. Jenis dukungan sosial ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan bahwa orang lain tergantung padanya untuk memperoleh kesejahteraan. Menurut Weiss (Cotuna dkk,1994), sumber dukungan sosial ini adalah keturunan (anak-anak) dan pasangan hidup. Itulah sebabnya sangat banyak lansia yang merasa sedih dna kurang bahagia jika berada jauh dari cucu-cucu atau pun anak-anaknya.
Dengan memahami pentingnya dukungan sosial bagi lansia, kita semua diharapkan mampu untuk memberikan partisipasi dalam pemberian dukungan sosial sesuai dengan kebutuhan lansia. Mulailah dengan memberikan dukungan sosial pada lansia yang berada dekat dengan kita. Dengan pemberian dukungan yang bermakna maka para lansia akan dapat menikmati hari tua mereka dengan tentram dan damai yang pada akhirnya tentu akan memberikan banyak manfaat bagi semua anggota keluarga yang lain.

Selasa, 30 Juni 2015

Generasi tahun 2000-an

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, gobag sodor, Lompat tali, Masak-masakan, sobyong, jamuran, putri putri Melati tanpa peringatan dari Bpk Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik menjadi permainan yg mengasyikkan.Kami yg tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang. 

Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dengan penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang sewaktu sekolah SD masih merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. 

Kamilah generasi yang SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya. hehehe Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah DOS dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p. 

Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, Game watch yang belum berwarna. Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset ya macet, kirim kirim salam ama temen2 lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One. 

Kami tumbuh diantara para legenda cinta seperti film Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Lagu-lagu dari KLA Project, Dewa 19, Padi, dan kami masih tak malu menyanyikan lagu Sheila On 7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: mungkin aku bukan pujangga, yang pandai merangkai kata. Kami generasi bersepatu Warrior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu. 

Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, yang punya sepeda, sepedanya disewain 200 rupiah/jam. Bebas dari sakit leher karena kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas mandi dikali disungai dll, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab. Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, Maju Tak Gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan nama-nama seluruh provinsi di Indonesia. Kini disaat kalian sedang sibuk2nya belajar dengan kurikulum mu yang njelimet, kami asik-asikan mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunian dengam generasi kami. 



Minggu, 07 Juni 2015

Cerita tentang Ibu yang buta

Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang
menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan
memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang
dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu
mempunyai seorang ibu yang BUTA!

Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar malu. Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat
dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. 

Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang
punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan
kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para
karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah
beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau
ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. 

Ibupun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang kuincar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya.

Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu menghalangi kemajuanku.

Di Sekolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan
ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis
Indonesia dan menetap di Singapura. Singkat cerita aku menjadi seorang yang
sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang
anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela
mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan
harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku
sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan
sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. 
Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!”
Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH
ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah. Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas
ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke
Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah
kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa
tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam
rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.

Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”
“OH…” Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”
Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang
sudah kucal itu.

“Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau
sangat membenciku. Tapi Ibu senang
sekali waktu mendengar kabar bahwa
akan ada reuni disekolahmu.
Aku berharap agar aku bisa melihatmu
sekali lagi. karena aku yakin kau akan
datang ke acara Reuni tersebut.
Sejujurnya ibu sangat merindukanmu,
teramat dalam sehingga setiap malam
Aku hanya bisa menangis sambil
memandangi fotomu satu-satunya yang
ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk
mendoakan kebahagiaanmu, agar kau
bisa sukses dan melihat dunia luas.
Asal kau tau saja anakku tersayang,
sejujurnya mata yang kau pakai untuk
melihat dunia luas itu salah satunya
adalah mataku yang selalu membuatmu
malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu
kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu
mengalami kecelakaan yang hebat,
tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan
mata kananmu mengalami kebutaan.
Aku tak tega anak tersayangku ini hidup
dan tumbuh dengan mata yang cacat
maka aku berikan satu mataku ini
untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena
kau bisa meraih apa yang kau inginkan
dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia bisa melihat
dunia luas dengan mataku yang aku
berikan untukmu.
Saat aku menulis surat ini, aku masih
berharap bisa melihatmu untuk yang
terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak
mungkin, karena aku yakin maut sudah di
depan mataku.
Peluk cium dari Ibumu tercinta.”

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku
sendiri....



Minggu, 10 Mei 2015

9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook

Kalau anda biasa main di Twitter, tentu hal yang biasa jika kita follow (istilah untuk join menjadi teman di Twitter) dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi unfollow pada seseorang yang sebelumnya kita follow, jika suatu saat kita mulai bosan atau merasa tidak cocok dengan orang tersebut.

Mengapa? Karena di Twitter semakin banyak teman yang kita follow ibarat kita sedang mendengarkan berbagai macam kicauan burung sekaligus seperti di pasar burung saja. Orang banyak menci ci cuit dengan berbagai macam update tweet yang berbeda-beda, yang memang bisa bikin pusing kepala. Hal yang sama akan sedikit aneh jika ini kita lakukan, meremove salah satu teman di Facebook. Ada apa? Mengapa saya tiba-tiba diremove? Itu pasti pertanyaannya.

Apa yang saya utarakan diatas adalah salah satu kelebihan Twitter jika dibandingkan dengan Facebook. Namun adakalanya hal yang sama perlu kita lakukan seperti di Twitter pada Facebook, meremove teman yang kita anggap tidak ada gunanya karena adanya beberapa kriteria yang pantas kita jadikan alasan untuk meremove dan tidak lagi mau melanjutkan pertemanan.


Nah, berikut ini adalah 9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook, yang bisa kita jadikan alasan untuk meremovenya dari daftar teman kita:


1. Tidak saling kenal

Tidak selalu orang yang menginvite kemudian akhirnya menjadi teman kita di Facebook adalah orang yang kita kenal. Baik kenal di dunia offline (nyata) maupun online apalagi jika bukan tipe teman dalam seprofesi, sehobby atau teman dalam komunitas lain di dunia maya, tentu tidak ada gunanya berteman dengan orang seperti ini karena kita pun pasti bingung mau ngobrol apa dengan teman seperti ini sehingga saya rasa kita sudah cukup punya alasan untuk me-remove atau tidak melanjutkan pertemanan dengan orang seperti ini karena hanya akan bikin penuh address book saja.

2. Tidak peduli dengan anda

Salah satu alasan kita berteman adalah untuk berbagi, baik di kala suka maupun duka. Lantas apakah tetap kita pertahankan jika salah satu dari teman kita di Facebook ada yang cuek, tidak memperdulikan kita? Contoh misal kita lagi sakit dan kemudian menuliskan status mengabarkan kalau sedang sakit, tapi dia sama sekali cuek, tidak peduli dengan kita untuk hanya sekedar kirim sebuah komentar pada status kita.

3. Terlalu asyik dengan dirinya sendiri

Hampir sama dengan alasan nomor dua, apakah perlu kita teruskan berteman dengan orang AUTIS yang terlalu asyik dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan orang lain? Contoh Facebooker yang lebih asyik main game Mafia Wars tanpa peduli sama sekali dengan kita apalagi mengomentari status yang kita buat.

4. Terlalu hyperaktif update status

Seorang teman yang terlalu hyperaktif update status, terlebih dengan hal-hal yang hanya berupa “What are you doing” saja tanpa memberikan manfaat apapun buat kita, kita juga punya pilihan untuk meremovenya. Mengapa? Karena update status teman seperti ini hanya akan memenuhi halaman atau dinding Facebook kita. Kasihan, kan teman kita yang lain, yang hanya sesekali update status di Facebook jadi tidak terlihat karena cepat tergeser ke bawah oleh update status orang-orang yang model begini.

5. Mempunyai sifat-sifat buruk

Lingkungan tidak bisa dipungkiri sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Jika kita setiap hari disuguhi update status dari teman yang isinya cuma misuh-misuh, mengejek, menghujat dan menghina orang lain setiap hari, kita secara tidak sadar sudah membiasakan diri membaca dan mendengar sifat negative ini. Jadi jangan heran suatu saat kita akan menganggap biasa sebuah pisuhan dan berubah ketularan sifat buruk seperti ini. Maka agar hal ini tidak sampai terjadi, kita punya pilihan untuk meremove teman model seperti ini.

6. Berlagak seperti artis

Dalam sebuah pertemanan kita tentu ingin mendambakan sebuah kesetaraan, dianggap dan tidak diperlakukan sebagai ikan kecil diantara ikan-ikan kecil lainnya dalam sebuah kolam luas dimata teman kita yang berlagak seperti ikan besar, sok artis. Teman seperti ini samasekali tidak menghargai kita. Nah, saya rasa kita juga punya pilihan untuk meremove model teman yang begini.

7. Hanya mau menerima tidak mau memberi

Di Facebook ternyata tidak sedikit orang yang lebih suka menerima komentar dalam statusnya, tapi tidak terlalu peduli dengan memberi komentar sebaliknya pada status yang kita buat. Kasarnya hanya mau menerima tapi tidak mau memberi. Apakah orang seperti ini juga pantas tetap dipertahankan jadi teman kita?

8. Menjadikan anda sebagai obyek bisnis

Semua orang pasti tidak suka dijadikan obyek. Apalagi obyek bisnis berorientasi profit. Kalau kita hanya dijadikan sebagai obyek bisnis dalam sebuah pertemanan yang tanpa ada impact apa pun buat kita sendiri, ngapain harus rela diperlakukan dan menjadi teman orang model seperti ini?

9. Pasang Avatar bukan foto dia

Sudah kita tidak kenal siapa dia, profile juga dibuat sangat tertutup, avatar juga bukan berupa foto dia, apakah juga perlu berteman dengan orang seperti ini? It is okey mau pasang avatar bukan foto tapi itu bila kita sudah kenal dan sudah tahu siapa dia. Kalau tidak, ya buat apa berteman dengan orang introvert seperti ini. Betul tidak?Demikian, semoga posting 9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook ini bisa menjadi ajang instropeksi diri dan sebagai bahan renungan bersama, apakah kita sudah termasuk kategori teman yang baik buat orang lain?








Selasa, 10 Februari 2015

Sulitnya Mendapatkan Pekerjaaan di Indonesia


Sulitnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia memaksa para tenaga kerja Indonesia menjadi pengangguran. Entah mereka yang lulusan S1, D3, maupun SMA. Bukannya mereka tidak mau bekerja, tapi mereka belum mempunyai kesempatan untuk bekerja. Hal ini yang membuat banyaknya pengganguran di Indonesia. 











Berikut dibawah ini adalah penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia.

Persaingan Dalam Dunia Kerja
Banyaknya persaingan dalam dunia kerja dapat menyulitkan pencari kerja untuk bisa mendapatkan pekerjaan impiannya. Contohnya, suatu perusahan hanya membuka delapan posisi jabatan, sedang calon pelamar di perusahaan tersebut mencapai 100 orang. Hal ini dapat membuat kandidat yang tidak lolos seleksi harus mengurungkan niat mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Persaingan dalam dunia kerja memang sangat ketat.

Kemampuan
Kemampuan seseorang juga termasuk faktor penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan. Jika Anda tidak memiliki kemampuan yang diminta oleh perusahaan ditambah dengan pendidikan Anda yang masih di bawah standar perusahaan, maka Anda harus berpikir dua kali untuk melamar ke perusahaan tersebut.

Mudah Putus Asa
Rasa putus asa adalah penyebab utama sulitnya pencari kerja untuk menemukan pekerjaannya. Misalnya, karena latar belakang pendidikan yang belum memenuhi standar perusahaan, seorang pencari kerja lantas memutuskan untuk menyerah pada keadaan. Ada pepatah yang berbunyi, “Orang yang sukses adalah orang tang tak kenal menyerah.”

Pengalaman
Dalam hal ini, pengalaman juga menentukan apakah Anda layak bekerja untuk perusahaan tersebut atau tidak. Orang yang berpengalaman adalah orang yang terbiasa dengan dunia kerja dan memahami kemampuan yang dia miliki. Sekarang, banyak perusahaan yang membutuhkan kandidat yang sudah berpengalaman sebagai pegawainya. Dengan begitu, kesempatan mendapatkan pekerjaan untuk para fresh graduate semakin menipis.

Sumber: http://id.jobsdb.com/id-id/articles/sulitnya-mendapatkan-pekerjaan