Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2016

Apakah itu e-commerce?


Pengertian e-commerce
Istilah E-commerce atau (Electronic commerce) yang biasa disebut juga Perdagangan elektronik adalah suatu proses pembelian, penjualan, pertukaran barang dan jasa antara dua belah pihak melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Contoh dari e-commerce dapat berupa pembelian barang elektronik, buku, pakaian, tas, jam dan kebutuhan tersier lainnya yang dilakukan secara online dimana pihak penjual dan pembeli tidak harus bertemu secara langsung.
Kegiatan E-Commerce dapat dibedakan menjadi dua bagian diantaranya yaitu
1. Business to Business (perdagangan antar pelaku usaha bisnis)
2. Business to Consumer (perdagangan antar pelaku usaha dengan konsumen)


E-commerce Merupakan Bagian dari E-Business
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-business yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll. Selain teknologi jaringan website, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, serta alat pembayaran untuk e-commerce ini.
Pada umumnya tujuan suatu perusahaan menggunakan sistem e-commerce dalam dunia bisnis adalah untuk memperoleh dan meningkatkan keuntungan dengan lebih efisien dan efektif. Adapun manfaat dalam menggunakan e-commerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah
  2. Mengurangi biaya operasional
  3. Memperluas jangkauan sehingga transaksi on-line dapat diakses oleh semua orang
  4. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang  tepat waktu dan dapat langsung dicek.
  5. Mempercepat waktu pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.
  6. Meningkatkan customer loyalty
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang baik dan menarik, beberapa faktor lain adalah sbb:

  1. Menyediakan harga yang kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dll.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
  • Akunting dan sistem keuangan
  • Content Management Systems
  • Dokumen, spreadsheet, database
  • E-mail dan Messaging
  • Informasi pengiriman dan pemesanan
  • Newsgroup
  • On-line Shopping
  • Conferencing
  • Online Banking
  • Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  • Sistem pembayaran domestik dan internasional


Permasalahan atau Kendala pada E-commerce di Indonesia
Salah satu permasalahan e-commerce yang paling dominan adalah permasalahan yang bersifat teknis operasional karena berhubungan dengan teknologi informasi. Berbagai kendala yang dialami dalam pengimplementasian e-commerce di Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Dukungan serta kebijakan pemerintah yang belum jelas
  • Perkembangan infrastruktur yang lambat dan tidak merata di masing-masing wilayah
  • Kurangnya sumber daya manusia (SDM)
  • Perlunya perbaikan sistem perdagangan yang ada

Sumber Referensi :


Senin, 04 Januari 2016

SEO - Three ways to get more leads from your website

Three ways to get more leads from your website


“Digital marketing” is the business of bringing more of the right people to your website. It’s every bit as important as building a good site in the first place, and if you do it well, you’ll see return on investment quickly. There are three basic parts to it: search engine optimization, search engine marketing and social media.

marketing team meetingSearch Engine Optimization

Search engine optimization (usually shortened to SEO) simply means making your site more attractive to search engines like Google so it will be placed higher on the page of search results. The higher on the page, the more people click on it.
But there are no shortcuts. If you hear, “For X dollars, we’ll get you the top listing,” run away. Search engine optimization is a steady, careful process that requires monitoring search engine results month after month and continually refining your site.
We can manage all aspects of SEO for you. We’ve recruited well-paid, experienced digital marketers, and we’ll act as an extension of your business, meeting with you every month and steadily raising your site’s visibility and the return on investment that comes with it.

tabletSearch Engine Marketing

One sure way to get a good position on the results page is to buy it. The ads at the top of the page and down the right side are “search engine marketing.” It’s also called “pay-per-click” because that’s how it works, you only pay for the ad when someone clicks on it to go to your website.
How much will it cost?  That depends on the value of the customer you’re trying to reach. To reach someone who searched for “Gluten-free bread mix” you might pay 50¢ per click. For someone who searched for “small business loans,” about $60.00.
To steer your ad to the right people, you make a list of relevant “keywords,” and your ad will only be seen by people who search on them.
If you choose to have us manage search engine marketing for you, we’ll provide a dedicated Digital Marketing Manager who will work to keep you ahead of your competitors, and we’ll bring with us 16 years of experience doing search engine marketing that has consistently boosted ROI for our clients.

Social Media

The third leg of digital marketing is social media—Facebook, LinkedIn, Twitter, Google+ and the rest. Used well, they’ll draw people to your site and get it into the massive flow of conversation and references on the web, and the search engines will notice.
The key is creating content that draws attention and gets passed around.
Don’t imagine that you have nothing interesting to tell. Every business is interesting to its customers and to people in related businesses. Post things people would find interesting if you were talking face-to-face.
We can show you how to get the most out of the effort you’re putting into social media. We can help you develop interesting content, provide you with tools that save time, and show you strategies that have proven to work for companies like yours.

People are searching the web for businesses like yours right now.
Make sure they see you. 

By itself, even a good website won’t make your phone ring. Digital marketing that leads the right people to your site will. We have proven strategies and the technical expertise to do it.  And we’re a certified Google Partner, a designation given to digital marketing companies trusted by Google for good practices and good service.
For a free, no-commitment consultation on how to increase ROI through digital marketing, contact the good people at our digital marketing initiative, Deep Footprint.  They’ll show how they’ve done it for other businesses like yours.

Jumat, 31 Juli 2015

Polisi Tiongkok Tutup Pabrik iPhone Palsu di Beijing


Sebuah pabrik yang memproduksi lebih dari 41.000 iPhone palsu akhirnya ditutup oleh pihak kepolisian Beijing, Tiongkok. 

Bernilai sekitar Rp 260 miliar, ribuan ponsel palsu yang terinspirasi model ponsel keluaran Apple itu bahkan ada yang sudah didistribusikan ke AS. Ditemukan pula 1.400 iPhone rakitan yang dibuat ulang menggunakan komponen ponsel bekas. 

Selain menutup pabrik, sembilan tersangka di balik pengoperasian pabrik tersebut juga ditangkap oleh kepolisian. Termasuk di antaranya adalah pasutri dari Shenzhen bernama Yu (43) dan Xie (40), pemilik dan kepala dari pabrik yang mempekerjakan ratusan buruh itu. Semakin populernya produk Apple di tanah Tiongkok, membuat semakin marak pula pemalsuan dan penjualan produk palsu Apple di negara tersebut.

Pihak berwajib pun semakin tegas dalam menindaklanjuti aksi yang melanggar hukum ini dan selalu menganjurkan tiap perusahaan mematenkan produknya untuk menghindari pemalsuan. (Reuters/The Inquirer)

Sumber: tribunnews.com

Rabu, 29 Juli 2015

Belanja Online Meningkat, Konsumen Indonesia jadi Sasaran Empuk

Belanja online mulai jamak dilakukan di tanah air. BMI Research memperkirakan, tahun ini transaksi belanja online di Indonesia akan mencapai Rp 50 triliun, atau naik 2x dibandingkan tahun 2014 yang bernilai Rp 21 triliun.
Makin tingginya aktivitas belanja online ini memancing penjahat cyber. Tahun lalu saja, lapor Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), ada 48,8 juta serangan di Indonesia. Jumlah ini setara dengan hampir setengah dari total pengguna internet di Indonesia yang menurut data APJII 2015 mencapai 88,1 juta.
Pengguna Internet di Indonesia sudah mulai menjadi sasaran empuk penjahat cyber. Apalagi pengguna Internet di Indonesia kurang hati-hati. Mereka cenderung mengumbar data pribadi di dunia maya tanpa memikirkan konsekuensinya. Nama lengkap, tempat tanggal lahir, pekerjaan, nomor telepon, alamat dan bahkan nomor kartu kredit diberikan dengan sukarela ke beragam situs yang tak jelas latar belakangnya.
Karena itulah Fetra Syahbana (Country Manager F5 di Indonesia) mengingatkan pengguna dan juga perusahaan penyedia jasa untuk mampu mengantisipasi berbagai resiko keamanan yang mungkin menyerang mereka. Pengguna misalnya, harus lebih waspada ketika mengisi ‘formulir’  atau berbagi dan menyimpan data-data pribadi mereka di internet. Sedangkan perusahaan perlu melakukan langkah-langkah keamanan yang proaktif agar mampu mengantisipasi kecanggihan, frekuensi, dan teknik serangan siber yang berkembang dengan cepat dari waktu ke waktu.
Menurut Fetra, perangkat keamanan konvensional yang kini banyak diterapkan oleh perusahaan tidak lagi cukup untuk mengatasi berbagai ancaman cyber modern. “Dibutuhkan platform mitigasi yang mampu menyediakan perlindungan terhadap aplikasi perusahaan yang tersebar di lintas platform dan ekosistem (baik on-premise, cloud, maupun hybrid). Meskipun hal tersebut sangat mungkin dilakukan, namun yang menjadi kendala saat ini adalah tingginya tingkat kerumitan dan biaya yang dibutuhkan untuk menerapkan sistem keamanan, mereplikasi serta menegakkan policy keamanan aplikasi lintas platform dan ekosistem,” katanya.
Jadi bagaimana solusinya? Perusahaan, kata Fetra, punya dua pilihan. Pilihan pertama adalah menanamkan investasi untuk memiliki tim internal yang fokus untuk keamanan IT perusahaan. Sedangkan pilihan kedua adalah mengadopsi solusi berbasis langganan seperti layanan keamanan hybrid dari F5 Networks.
“Layanan Security Operations Center (SOC) dari F5, akan memberikan akses bagi pelanggan ke database yang berisi segala informasi tentang perkembangan ancaman keamanan sistem IT global dan dukungan dari para ahli keamanan F5 untuk mengantisipasi dan memitigasi serangan siber. Selain itu layanan seperti F5 Silverline Web Application Firewall (WAF) juga menyediakan tenaga ahli untuk untuk membatu perusahaan dalam mengembangkan mengonfigurasi, serta menyempurnakan kebijakan keamanan di sistem IT pelanggan. Solusi berbasis langganan ini mengibaratkan perusahaan mengalihdayakan IT security engineer mereka, sehingga tim internal perusahaan dapat memusatkan perhatiannya pada hal lain yang lebih prioritas,” jelas Fetra.

Ponsel Hidupkan E-Commerce

Jual-beli secara online, alias e-commerce, makin digemari di seluruh dunia. Banyak cara dipakai konsumen untuk memesan barang, mulai dari PC, laptop, smartphone (ponsel), sampai tablet.
Dari sekian banyak cara tersebut, peran ponsel makin menonjol. Ponsel, begitu tercantum dalam laporan State of Mobile Commerce triwulan kedua 2015, berkontribusi 34% pada transaksi e-commerce dunia. Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kontribusi dari mobile commerce (m-commerce) terhadap e-commerce ini besar (27%). Angka ini menempatkan Asteng setara dengan Spanyol, Italia dan tepat di bawah AS.
Di negara kita, tulis Criteo, 34% e-commerce berasal dari ponsel. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Taiwan (31%) dan Singapura (29%). Sementara secara global, transaksi dari ponsel diperkirakan akan mencapai 40% pada akhir tahun ini.
“Asia Tenggara saat ini adalah wilayah dengan pertumbuhan tercepat secara global, dengan perangkat ponsel sebagai penggerak utama, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan India,” kata Yuko Saito (Managing Director Criteo untuk Asia Tenggara). “Negara-negara berkembang ini bersifat ‘mobile-first’ – di mana kebanyakan konsumen akan memiliki smartphone sebelum mereka memiliki perangkat komputer, dengan potensi pertumbuhan yang tinggi mengingat penyebaran smartphone yang terus meningkat.”
Eh apa sih yang banyak dibeli secara online? Yang paling banyak adalah produk fesyen. Berikutnya adalah barang-barang mewah, dan juga hal-hal yang terkait travel (tiket hotel/pesawat). Satu dari tiga transaksi ini kini dilakukan dari ponsel.
Saito mengatakan, optimalisasi ponsel akan menjadi sangat penting bagi bisnis e-commerce yang ingin masuk dalam populasi smartphone yang terus berkembang di kawasan Asia Tenggara. Karena itulah situs-situs yang dioptimalkan untuk ponsel mengalami peningkatan lebih dari 2x dibandingkan yang tidak.
O ya, laporan Criteo ini didasarkan pada analisanya terhadap 1,4 miliar transaksi perorangan e-commerce yang berjumlah lebih dari US$ 160 miliar penjualan tahunan secara global.

Sumber: www.pcplus.co.id